
20/05/2025
Jaga Keseimbangan Mobil dengan Mengenali Tanda-Tanda Shockbreaker Rusak
Jaga Keseimbangan Mobil dengan Mengenali Tanda-Tanda Shockbreaker Rusak
Shockbreaker alias peredam kejut bukan cuma soal kenyamanan saat melaju, tapi juga menyangkut keselamatan. Komponen ini berperan penting menjaga kestabilan mobil saat melewati jalan bergelombang, polisi tidur, atau ketika ngerem mendadak. Sayangnya, banyak pengendara kurang sadar bahwa shockbreaker mereka sudah mulai aus atau rusak. Padahal, mengenali tanda-tanda shockbreaker rusak bisa mencegah risiko berkendara yang lebih serius.
Yuk, kenali gejalanya lewat poin-poin di bawah ini.
1. Mobil Terasa Meliuk atau Tidak Stabil
Pernah merasa mobil seperti “menari” saat ngebut di jalan lurus? Atau seperti goyang ke samping ketika ambil tikungan? Ini salah satu tanda-tanda shockbreaker rusak. Peredam kejut yang melemah bikin ban kehilangan grip optimal, sehingga manuver mobil jadi gak stabil. Efeknya, pengendalian jadi berkurang dan cukup berbahaya di kecepatan tinggi.
2. Ban Aus Tidak Merata
Coba cek kondisi ban depan dan belakang. Kalau salah satu sisi ban terlihat lebih aus dibanding yang lain, itu bisa jadi efek dari shockbreaker yang sudah tidak bekerja dengan semestinya. Karena fungsinya meredam guncangan dan menjaga tekanan ban tetap seimbang, rusaknya shockbreaker bikin tekanan jadi tidak merata. Ini masuk ke daftar penting tanda-tanda shockbreaker rusak.
3. Mobil Memantul Terus Setelah Lewati Polisi Tidur
Idealnya, mobil hanya memantul satu atau dua kali setelah melewati gundukan. Tapi kalau sampai terus memantul kayak trampolin, besar kemungkinan shockbreaker sudah aus. Tes sederhana yang bisa dilakukan: tekan kap mesin dan lepaskan. Kalau mobil terus goyang lebih dari dua kali, itu salah satu tanda-tanda shockbreaker rusak yang perlu diperhatikan.
4. Terdengar Suara "Dug Dug" saat Lewat Jalan Jelek
Suara aneh seperti logam saling bertumbukan saat melewati jalan berlubang juga bisa menjadi gejala. Ini menunjukkan bahwa peredam kejut sudah tidak lagi mampu menyerap energi dari permukaan jalan, sehingga bagian suspensi saling bertabrakan. Lagi-lagi, ini merupakan tanda-tanda shockbreaker rusak yang sering diabaikan.
5. Minyak Shockbreaker Bocor
Kalau kamu perhatikan bagian suspensi ada bekas oli atau basah seperti rembesan minyak, itu pertanda shockbreaker sudah bocor. Kebocoran ini bikin fungsi redamannya menurun drastis. Kalau sudah begini, biasanya harus langsung ganti. Ini salah satu tanda-tanda shockbreaker rusak yang paling mudah dilihat secara visual.
6. Handling Terasa Berat atau Aneh
Terakhir, kalau kamu merasa mobil jadi lebih berat dikendalikan atau terasa berbeda dari biasanya saat belok, bisa jadi karena shockbreaker tidak lagi mampu mendistribusikan beban dengan baik. Gejala ini kadang muncul bersamaan dengan gejala lain, dan sering muncul ketika shockbreaker sudah cukup parah kerusakannya.
—
Shockbreaker yang rusak memang tidak langsung bikin mobil mogok, tapi efek jangka panjangnya bisa bikin berkendara jadi jauh dari kata aman. Apalagi kalau kamu sering pakai mobil harian di rute dengan jalanan yang tidak selalu mulus. Mengenali tanda-tanda shockbreaker rusak dan menggantinya tepat waktu bisa memperpanjang usia suspensi, menjaga kenyamanan, dan tentu saja menjaga keselamatan.
Ingat, komponen kecil seperti shockbreaker punya pengaruh besar terhadap performa mobil secara keseluruhan. Jadi, jangan tunggu sampai mobil makin gak karuan, ya. Lebih baik cek secara rutin dan tanggap terhadap tanda-tanda shockbreaker rusak sebelum telat.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai otomotif lainnya atau kebutuhan lainnya, kamu bisa mengunjungi website Toyota.